News

Indosat Ganti Layanan CDMA ke E-GSM

Indosat Ganti Layanan CDMA ke E-GSM – Masyarakat Indonesia sepertinya sudah tidak asing lagi dengan operator yang berlabel Indosat. Perusahaan besar yang bergerak di bidang penyedia layanan komunikasi ini dikabarkan akan mengganti brand StarOne milikinya ke teknologi E-GSM (Extended Global System for Mobile). Seperti yang kita ketahui selama ini, operator seluler tersebut punya basis teknologi CDMA (Code Division Multiple Acces) sejak awal peluncurannya.

Putusan mengenai pemindahan sistem jaringan ini didukung dengan alasan jika produsen telepon genggam saat ini banyak yang lebih memilih teknologi GSM pada perangkatnya. Selain itu pihak Indosat sendiri menilai jika teknologi CDMA sejauh ini tidak mengalami perkembangan yang memuaskan. Alexander Rusli selaku Presiden Direktur mengatakan jika nantinya StarOne akan menyediakan layanan 2G, 3G, dan 4G saat sudah dipindahkan ke sistem E-GSM.

Tak lama setelah kabar dihapuskannya teknologi jaringan CDMA pada Indosat, beberapa perusahaan yang punya layanan serupa juga angkat bicara. Sepertinya yang menjadikan tumpuan keputusan perpindahan teknologi CDMA ke E-GSM adalah minimnya impor perangkat pintar masa kini yang mendukung teknologi jaringan CDMA. Beberapa perusahaan yang menyediakan layanan ini akhirnya mulai memikirkan eksistensi produknya untuk tahun-tahun ke depan. Selain Indosat, operator seluler lain yang akan melakukan perubahan serupa adalah Flexi. Rencananya para pengguna jaringan Telkom berbasis CDMA ini akan dipindahkan ke produk Telkomsel.

Sedangkan untuk Smartfren, kabarnya perusahaan yang kini getol mendalami bisnis ponsel pintar itu rumornya akan tetap bertahan pada layanan CDMA-nya. Petinggi perusahaan smartphone Andromax itu menuturkan jika pihaknya akan terus memperbarui layanan yang mereka sediakan. Jika selama ini Smartfren tampil unggul dengan teknologi EVDO-nya, rencananya mereka akan memperbaruinya menjadi Data Optimized (DO) Advanced.

Indosat Ganti Layanan CDMA ke E-GSM

Teknologi tersebut akan diterapkan pada beberapa kota besar di Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Fungsi DO Advanced sendiri sebenarnya untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan trafik data. Pihaknya juga sempat menanggapi mengenai perpindahan teknologi yang dilakukan Indosat dan juga Flexi. Menurut petinggi perusahaan tersebut 2 perusahaan ini memutuskan untuk pindah ke E-GSM lantaran jaringannya sudah punya operator GSM di perusahaannya.

Previous post

Spesifikasi Smartphone Samsung Galaxy Trend

Next post

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Blackberry

admin

admin

No Comment

Leave a reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 3 =